jumat

Sunnah-sunnah Nabi part 1(Sunnah dihari Jumat)

 

 

Assalamualaikum wr wb.

pada hari ini saya akan memberikan informasi mengenai beberapa sunnah nabi Muhammad SAW pada hari jumat, artikel ini saya dapat setelah saya jalan-jalan dibeberapa blog saudara muslimin lain, dan smoga postingan saya kali ini bermanfaat dan dapat diamalkan oleh kita semua.

Jum’at adalah satu hari dimana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik dimana matahari terbit di hari itu adalah hari jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” (HR. Muslim)

Hari jum’at juga termasuk hari ‘ied (hari raya) pekanan umat Islam sebagaimana ucapan sahabat‘Abdullah bin Zubair ketika pernah di masa beliau ‘iedul fithri jatuh pada hari jum’at, “Dua hari raya dalam satu waktu” (HR. Abu Dawud, dinilai shahihAl Albani)

Di hari jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib melaksanakan shalat jum’at secara berjamaah di masjid. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al Albani)

 

Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari jum’at sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat jum’at.

 

  1. Mandi sebelum jumat

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ـ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: (( إِذَا جَاءَ أَحَدُكُم الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ )) [ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ: 877 -1951 ] .

 

 

Diriwayatkan dari ibnu Umar —Radhiyallahu ‘anhuma— ia berkata: Rasulullah–shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian menuju shalat Jum’at, hendaklah ia mandi.” (Muttafaqun ‘alaih)

 

  1. Bergegas menuju sholat jumat diawal waktu

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: (( إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ، وَقَفَتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ ، يَكْتُبُوْنَ  اْلأَوَّلَ  فَاْلأَوَّلَ ، وَمَثَلُ المُهَجِّرِ (أَيْ:اَلْمُبَكِّر) كَمَثَلِ الَّذِيْ يُهْدِيْ بَدَنَةً ، ثُمَّ كَالَّذِيْ يُهْدِيْ بَقَرَةً ، ثُمَّ كَبْشاً ، ثُمَّ دَجَاجَةً، ثُمَّ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ ، وَيَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ )) [ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ: 929 – 1964 ] .

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah – radhiyallahu ‘anhu – ia berkata: “Jika datang hari Jum’at para malaikat berdiri di pintu masjid mencatat orang yang datang secara berurutan, dan perumpamaan orang  yang datang di awal waktu seperti orang yang mengurbankan seekor unta, selanjutnya seperti orang yang mengurbankan seekor sapi, yang berikutnya seperti orang yang mengurbankan seekor kambing, dan yang berikutnya seperti orang yang mengurbankan seekor ayam, dan yang berikutnya seperti orang yang mengurbankan sebutir telur, maka jika imam keluar (menuju mimbar) mereka menutup catatan mereka untuk mendengarkan khutbah.”(Muttafaqun ‘alaih).

 

  1. Mencari waktu mustajab pada hari jumat

 
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: (( فِيْهِ سَاعَةٌ، لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّيْ ، يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا ، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ )) وَأَشَاَرَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا. [ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ: 935- 1969 ].

 

 Diriwayatkan dari Abu Hurairah – radhiyallahu ‘anhu – bahwasanya Rasulullah–shallallahu ‘alaihi wasallam- berbicara tentang hari Jum’at, beliau bersabda: “Di dalamnya terdapat waktu yang tidak ditemui oleh seorang muslim, sedang ia dalam keadaan shalat meminta sesuatu kepada Allah ta’ala melainkan Allah berikan kepadanya apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya seraya menyedikitkannya (waktunya sangat singkat). (Muttafaqun ‘alaih)

4. Membaca surat al-kahfi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat AlKahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan meneranginya di antara dua Jum’at.” (HR. Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menilainya shahih)

5. Memperbanyak shalawat nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

6. Perbanyak Doa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.

7. Perbanyak Dzikir Mengingat Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. AlJumu’ah: 9)

8. Imam Membaca Surah AsSajdah di Rakaat ke-1 dan Surah AlInsan di Rakaat ke-2 pada Shalat Shubuh

Dari Abu Harairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at“Alif Lam Mim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani ḥiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuuraa (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)

Tapi seorang imam hendaknya tidak memaksakan diri untuk membaca kedua surah tersebut ketika kondisi makmumnya tidak mampu berdiri terlalu lama.

9. Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Memakai Pakaian Terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus untuk digunakan shalat jum’at.

11. Bersegera Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

12. Perbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya

13. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

14. Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Sumber :100sunnah.blogspot.com

Categories: Motivasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *